MAKALAH
SEJARAH
PEMIKIRAN EKONOMI
“TokohKlasikSelain
Smith danPemikiran-Pemikirannya”
Disusun
untuk memenuhi tugas dalam menempuh Mata Kuliah Sejarah Pemikiran Ekonomi
Dosen
Pengampu: 1. Drs. BambangPrishardoyo, M.Si.
2. Muhammad
Feriady, S.Pd.,M.Pd.
Oleh
1.
Ida Indriani 7101415082
2.
Dian Nitami 7101415134
3.
Eka Meia Putri K.N 7101415362
4.
Fariz Aji A 7101415366
5.
Ibnu Muhajirin 7101415270
6.
UNIVERSITAS
NEGERI SEMARANG
2016
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur Alhamdulillah selalu dipanjatkan kepada ALLAH SWT yang telah member
taufiq dan hidayahnya sehingga dalam kesempatan inisaya dapat menyelesaikan
makalah sebagai tugas mata kuliah SejarahPemikiranEkonomi dengan tepat waktu.
Makalah
ini disusun dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang yang
diambil. Saya berharap laporan ini dapat memberikan manfaat bagi semua orang
serta menambah wawasan dan pengetahuan diluar Universitas ataupun didalam
Universitas bagi para pembaca.
Saya
menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kesalahan dan
kekeliruan baik yang disengaja ataupun yang tidak di sengaja, untuk itu saya
meminta maaf yang sebesar-besarnya. Mengingat keterbatasan dari saya, saran dan
kritik yang membangun dari pembaca sangat saya harapkan demi menyempurnakan dan
memperbaiki makalah ini.
Semarang,
20 September
2016
Penulis
ii
PENDAHULUAN
1. LatarBelakang
Manusia lahir, ada dengan segala kebutuhannya. Pada
awal peradaban manusia, kebutuhan ini terbatas dan bersifat sederhana. Namun,
dengan semakin majunya tingkat peradaban, makin banyak dan makin bervariasi
pula kebutuhan manusia. Di lain pihak, alat pemenuhan kebutuhan manusia
terbatas adanya. Ketidakseimbangan antara kebutuhan yang selalu meningkat
dengan alat pemuas kebutuhan yang terbatas tersebut ,menyebabkan diperlukannya
sebuah ilmu yang disebut Ilmu Ekonomi.
Manusia hidup dalam suatu kelompok masyarakat yang
secara keseluruhan memnbentuk suatu sistem. Sistem secara sederhana dapat
diartikan sebagai interaksi, atau kaitan, atau hubungan dari unsur-unsur yang
lebih kecil membentuk satuan yang lebih besar dan kompleks sifatnya. Dengan
demikian, sistem ekonomi adalah interaksi dari unit-unit ekonomi yang kecil
(para konsumen dan produsen) ke dalam unit ekonomi yang lebih besar, di suatu
wilayah tertentu. Sistem ekonomi yang dianut tiap kelompok masyarakat atau
negara tidak sama. Hal ini tergantung dari keputusan-keputusan dasar tentang
pemilikan, produksi, distribusi, serta komsumsi dilakukan. Ada
keputusan-keputusan yang lebih diserahkan kepada orang perorangan (swasta) dan
ada pula yang harus diatur oleh pusat. Bentuk sistem dengan corak keputusan
pertama (lebih banyak diserahkan pada kemauan orang per orang) disebut sistem Liberal/kapitalisme. Sebaliknya, sistem
yang serba diatur dan dikomandi oleh pemerintanh disebut sosialisme/komunisme. Tentu saja tiap negara memilih salah satu
dari kedua bentuk ekstrem dari sistem ekonomi yang disebutkan diatas. Diantara
kedua sistem ekonomi tersebut masih terdapat bentuk yang disebut sistem
perekonomian campuran (mixed economy).
Masing-masing sistem ekonomi memiliki penggagasnya
masing-masing, banyak pula aliran-aliran yang memunculkan gagasan-gagasannya
tentang sistem ekonomi, baik itu lebih cenderung pada sistem ekonomi
kapitalisme maupun sistem sosialisme.
2. RumusanMasalah
1.
Bagaimana teori ekonomi klasik muncul?
2.
Bagaimanaperkembangan
pemikiran ekonomi padamasa
klasikThomas Robert Malthus?
3.
Bagaimanaperkembangan
pemikiran ekonomi padamasa
klasikDavid Ricardo ?
4.
Bagaimanaperkembangan
pemikiran ekonomi padamasa
klasikJean Batiste Say?
5.
Bagaimanaperkembangan
pemikiran ekonomi padamasa
klasikJohn Stuart Mill?
6.
Bagaimanaperkembangan
pemikiran ekonomi padamasa
klasikFrancois Quesnay?
7.
Bagaimanaperkembangan
pemikiran ekonomi padamasa
klasikJohn Locke?
3. Tujuan
1. Mengetahui
teori ekonomi klasik muncul.
2. Mengetahui
perkembangan pemikiran ekonomi padamasa klasikThomas Robert Malthus.
3. Mengetahui
perkembangan pemikiran ekonomi padamasa klasikDavid Ricardo.
4. Mengetahui
perkembangan pemikiran ekonomi padamasa klasikJean Batiste Say.
5. Mengetahuiperkembangan
pemikiran ekonomi padamasa
klasikJohn Stuart Mill.
6. Mengetahuiperkembangan
pemikiran ekonomi padamasa
klasik Francois Quesnay.
7. Mengetahui
perkembangan pemikiran ekonomi padamasa klasik John Locke.
4.
Manfaat
Manfaat
penyusunan makalah ini adalah dapat mengetahui sejarah perkembangan ekonomi
dari pemikiran ekonomi masa klasikThomas Robert Malthus, David Ricardo, Jean Batiste Say, John Stuart Mill.
1
BAB II
PEMBAHASAN
`TEORI EKONOMI KLASIK
Aliran klasik muncul
pada akhir abad ke 18 dan permukaan abad ke 19 yaitu di masa revolusi industri
dimana suasana waktu itu merupakan awal bagi adanya perkembangan ekonomi. Pada
waktu itu sistem liberal sedang merajalela dan menurut aliran klasik, ekonomi
liberal itu disebabkan oleh adanya pacuan antara kemajuan teknologi dan
perkembangan jumlah penduduk. Mula-mula kemajuan teknologi lebih cepat dari
pertambahan jumlah penduduk, tetapi akhirnya terjadi sebaliknya dan
perekonomian akan mengalami kemacetan.
Kemajuan teknologi
mula-mula disebabkan oleh adanya akumulasi kapital atau dengan kata lain
kemajuan teknologi tergantung pada pertumbuhan kapital. Kecepatan pertumbuhan
kapital tergantung pada tinggi rendahnya tingkat keuntungan, sedangkan tingkat
keuntungan ini akan menurun setelah berlakunya hukum tambahan hasil yang
semakin berkurang (low of diminishing returus) karena sumber daya alam itu
terbatas.
1. Thomas Robert Malthus (1766-1834)
Dilahirkan tahun 1766 di Inggris, sepuluh
tahun sebelum Adam Smith menerbitkan The Wealth of Nations dan meninggal tahun
1834. Malthus adalah seorang ilmuwan di bidang teologi yang kemudian memusatkan
perhatiannya kepada masalah-masalah ekonomi dalam perkembangan masyarakat.
Malthus adalah alumnus dari University of Cambridge, Inggris, tempat ia
menyelesaikan pelajaran dalam ilmu matematika dan ilmu sejarah klasik. Malthus
diangkat menjadi Profesor of History and Political Economy di East India
College. Bagian yang paling penting dalam pola dasar pemikiran Malthus dan
kerangka analisisnya ialah menyangkut teori tentang sewa tanah dan teori
tentang penduduk dengan bukunya yang berjudul An Essay on the Principle of
Population. Teori Malthus pada dasarnya sederhana saja. Kelahiran yang tidak
terkontrol menyebabkan penduduk bertambah menurut deret ukur padahal persediaan
bahan makanan bertambah secara deret hitung, sehingga suatu saat akan terjadi
malapetaka yang menimpa umat manusia.
2.
David Ricardo (1772-1823)
Adalah
seorang Pemikir yang paling menonjol di antara segenap pakar Mazhab Klasik. Ia
sangat terkenal karena kecermatan berpikir, metode pendekatannya hampir
seluruhnya deduktif. David Ricardo telah mengembangkan pemikiran-pemikiran Adam
Smith secara lebih terjabar dan juga lebih sistematis. Dan pendekatannya
teoretis deduktif, pemikirannya didasarkan atas hipotesis yang dijadikan
kerangka acuannya untuk mengkaji berbagai permasalahan menurut pendekatan
logika. Teori yang dikembangkan oleh Ricardo menyangkut empat kelompok
permasalahan yaitu: teori tentang distribusi pendapatan sebagai pembagian hasil
dari seluruh produksi dan disajikan sebagai teori upah, teori sewa tanah, teori
bunga dan laba, teori tentang nilai dan harga, teori perdagangan internasional dan,
teori tentang akumulasi dan perkembangan ekonomi.
Menurut David Ricardo di dalam
masyarakat ekonomi ada tiga golongan masyarakat, yaitu:
a) Golongan Kapital
a) Golongan Kapital
Adalah golongan yang memimpin produksi dan memegang
peranan yang penting karena mereka selalu mencari keuntungan dan
menginvestasikan kembali pendapatannya dalam bentuk akumulasi kapital yang
mengakibatkan naiknya pendapatan nasional.
b) Golongan Buruh
b) Golongan Buruh
Golongan buruh ini tergantung pada golongan kapital
dan merupakan golongan yang terbesar dalam masyarakat
c) Golongan tuan tanah
c) Golongan tuan tanah
Mereka hanya memikirkan sewa saja dari golongan
kapital atas areal tanah yang di
sewakan.
sewakan.
David Ricardo mengatakan bahwa bila
jumlah penduduk bertambah terus dan akumulasi kapital terus menerus terjadi,
maka tanah yang subur menjadi kurang jumlahnya atau semakin langka adanya.
3.
Jean Batiste Say
(1767-1832)
Jean Batiste adalah seorang pakar ekonomi
kelahiran Perancis yang berasal dari keluarga saudagar dan menjadi pendukung
pemikiran Adam Smith. Say memperbaiki sistem Adam Smith dengan cara yang lebih
sistematis serta logis. Karya Say yaitu theorie des debouchees (teori tentang
pasar dan pemasaran) dan dikenal sebagai Hukum Say (Say’s Law) yaitu supply
creats its oven demand tiap penawaran akan menciptakan permintaanya sendiri.
Menurut Say dalam perekonomian bebas atau liberal tidak akan terjadi “produksi
berlebihan” (over production) yang sifatnya menyeluruh, begitu juga
pengangguran total tidak akan terjadi. Yang mungkin terjadi menurut Say ialah
kelebihan produksi yang sifatnya sektoral dan juga pengangguran yang sifatnya
terbatas (pengangguran friksi).
4.
John
Stuart Mill (1806-1873)
Mill
merupakan anak dari James Mill yang juga merupakan seorang pakar ekonomi Mill
dikenal sebagai penulis yang berbakat. Bukunya yang terakhir, Principles of
Political Economy dimaksudkan untuk menyarikan teori-teori ekonomi pada
masanya. Dalam buku tersebut mengatakan tidak ada teori yang orisinil dari
pemikirann
ya
sendiri. Akan tetapi tampaknya ia terlalu merendah. Hal ini disebabkan konsep return to scale adalah orosinil dari
Mill. Mill juga orang pertama yang mengemukakan ide tentang konsep elastisitas
permintaaan yang kemudian dikembangkjan lebih lanjut oleh Marshall.
5. Francois
Quesnay
Francois Quesnay (diucapkan Kennay) terkenal sebagai
pencipta model ekonomi pertama, Tableau Economique, dan sebagai pemimpin
physiocrats. Para pengikutnya menamakan diri mereka sebagai physiocrat dari
bahasa Perancis, physiocrate, yang berarti hukum alam (Rule of Nature).
Physiocrat ialah kelompok ekonom yang percaya kalau kemakmuran suatu negara
hanya bisa dicapai melalui agrikultur.
Quesnay memulai pendapatnya dengan
berasumsi bahwa ekonomi dapat digambarkan menurut tiga kelas atau sektor yang
berbeda. Pertama, sektor pertanian yang menghasilkan makanan, bahan mentah dan
hasil pertanian lainnya. Kedua, sektor manufaktur yang memproduksi
barang-barang pabrik seperti pakaian dan bangunan serta alat-alat yang
diperlukan oleh pertanian dan pekerja pabrik, beserta jasa. Ketiga, kelas
pemilik tanah yang tidak menghasilkan nilai ekonomi apa-apa, tetapi mereka
memiliki klaim atas surplus output yang dihasilkan dalam pertanian. Biaya sewa
ini merepresantasikan pembayaran surplus kepada pemilik tanah dan perdagangan
ini kemudian dikenal sebagai Teori Sewa Physiocratic
6. John Locke
Sumbangan John Locke untuk ekonomi adalah memberikan
justifikasi pertama untuk kepemilikan pribadi dan untuk pembatasan keterlibatan
pemerintah dalam kegiatan perekonomian. Locke juga memberi berupa sumbangan
pada teori uang dan tingkat suku bunga.
Sumbangan mengenai filosofinya yaitu, mengemukakan
proporsi yang agak kontroversial bahwa manusia mempunyai hak atas pekerjaan
mereka dan atas hasil dari pekerjaannya itu, mereka menerima tanah sebagai
milik mereka secara sah dengan memadukan pekerjaan mereka dengan
tanah.
Uang
atau modal diakui oleh Locke benar-benar merupakan hasil dari kerja sebelumnya.
Jadi, kepemilikan uang dapat dibenarkan karena orang-orang harus bekerja untuk
mendapatkannya. Uang juga membuat manusia dapat mengumpulkan kekayaan lebih
banyak lagi karena uang tidak rusak sebelum dikonsumsi. Selain itu, Locke
berpendapat bahwa properti pribadi memiliki nilai praktis karena ketika manusia
diizinkan mengumpulkan kekayaan maka mereka akan lebih produktif.
Locke
menolak pedapat dari Josiah Child (Pertengahan abad ke-17) yang berpendapat
bahwa seharusnya negara membatasi tingkat suku bunga sampai 4%. Ia juga
berpendapat bahwa hukum riba (Usury Law) hanyalah redistribusi dari keuntungan
antara pedagang dan pemberi pinjaman, mereka tidak menguntungkan negara secara
keseluruhan karena bunga tersebut tidak meningkatkan peminjaman dan investasi.
Locke menyimpulkan bahwa lebih baik bunga dibiarkan sampai ke tingkat yang
wajar (yang ditentukan oleh hukum permintaan dan penawaran) ketimbang
diterapkan oleh pemerintah.
Sumbangan
yang kedua adalah bahwa Locke menolak usulan dari pemerintah Inggris untuk
pemecahan masalah uang logam yang terpotong atau terdepresiasi dengan
mengurangi berat dari logam mulia dalam semua uang logam, atau mendevaluasi
mata uang nasional. Menurut Locke, dengan mengurangi berat kandungan logam
mulia, tidak akan membantu karena nilai atau kekuatan pembayar dari uang ini
ditentukan oleh kandungan peraknya. Menurunkan nilai uang hanya akan membuat
pedagang menginginkan lebih banyak mata uang untuk ditukar dengan barang.
9
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pada
akhir abad ke 18 dan permukaan abad ke 19muncul Aliran klasik. Masa revolusi industri waktu itu merupakan awal bagi
adanya perkembangan ekonomi.Meliputi kelahiran yang tidak terkontrol
menyebabkan penduduk bertambah menurut deret ukur padahal persediaan bahan
makanan bertambah secara deret hitung, bila jumlah penduduk bertambah terus dan
akumulasi kapital terus menerus terjadi, maka tanah yang subur menjadi kurang
jumlahnya atau semakin langka adanya.Kemudiankelebihan produksi yang sifatnya
sektoral dan juga pengangguran yang sifatnya terbatas (pengangguran friksi) dan
kepemilikan uang dapat dibenarkan karena orang-orang harus bekerja untuk
mendapatkannya.
Saran
Kita
sebagai mahasiswa, sebagai penerus bangsa yang nantinya akan turut campur dalam
kehidupan bangsa yang lebih terutama kehidupan perekonomian, harus mengetahui
bagaimana hakekat sejarah perkembangan pemikiran-pemikiran ekonomi sebagai
dasar pengetahuan utama dalam menjalankan kegiatan perekonomian nantinya.
10
DAFTAR
PUSTAKA
[1]. Deliarnov. 1995. “Perkembangan
Pemikiran Ekonomi”. Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada.
[3]. Arizal.
2012. Sejarah
Pemikiran Ekonomi Global.www.ekonomiglobal_arizal.com. Diakses 2 Mei 2013

Tidak ada komentar:
Posting Komentar