Kamis, 20 Juli 2017

MAKALAH SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI






MAKALAH
SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI

“TokohKlasikSelain Smith danPemikiran-Pemikirannya”

Disusun untuk memenuhi tugas dalam menempuh Mata Kuliah Sejarah Pemikiran Ekonomi
Dosen Pengampu:       1. Drs. BambangPrishardoyo, M.Si.
2. Muhammad Feriady, S.Pd.,M.Pd.

Oleh
1.      Ida Indriani                7101415082
2.      Dian Nitami                7101415134
3.      Eka Meia Putri K.N    7101415362
4.      Fariz Aji A                  7101415366
5.      Ibnu Muhajirin            7101415270
6.       

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2016



KATA PENGANTAR
Puji syukur Alhamdulillah selalu dipanjatkan kepada ALLAH SWT yang telah member taufiq dan hidayahnya sehingga dalam kesempatan inisaya dapat menyelesaikan makalah sebagai tugas mata kuliah SejarahPemikiranEkonomi dengan tepat waktu.
Makalah ini disusun dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang yang diambil. Saya berharap laporan ini dapat memberikan manfaat bagi semua orang serta menambah wawasan dan pengetahuan diluar Universitas ataupun didalam Universitas bagi para pembaca.
Saya menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kesalahan dan kekeliruan baik yang disengaja ataupun yang tidak di sengaja, untuk itu saya meminta maaf yang sebesar-besarnya. Mengingat keterbatasan dari saya, saran dan kritik yang membangun dari pembaca sangat saya harapkan demi menyempurnakan dan memperbaiki makalah ini.

Semarang, 20 September 2016


                                                                                                                                                                                                                                                                                                Penulis






ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.      LatarBelakang
Manusia lahir, ada dengan segala kebutuhannya. Pada awal peradaban manusia, kebutuhan ini terbatas dan bersifat sederhana. Namun, dengan semakin majunya tingkat peradaban, makin banyak dan makin bervariasi pula kebutuhan manusia. Di lain pihak, alat pemenuhan kebutuhan manusia terbatas adanya. Ketidakseimbangan antara kebutuhan yang selalu meningkat dengan alat pemuas kebutuhan yang terbatas tersebut ,menyebabkan diperlukannya sebuah ilmu yang disebut Ilmu Ekonomi.
Manusia hidup dalam suatu kelompok masyarakat yang secara keseluruhan memnbentuk suatu sistem. Sistem secara sederhana dapat diartikan sebagai interaksi, atau kaitan, atau hubungan dari unsur-unsur yang lebih kecil membentuk satuan yang lebih besar dan kompleks sifatnya. Dengan demikian, sistem ekonomi adalah interaksi dari unit-unit ekonomi yang kecil (para konsumen dan produsen) ke dalam unit ekonomi yang lebih besar, di suatu wilayah tertentu. Sistem ekonomi yang dianut tiap kelompok masyarakat atau negara tidak sama. Hal ini tergantung dari keputusan-keputusan dasar tentang pemilikan, produksi, distribusi, serta komsumsi dilakukan. Ada keputusan-keputusan yang lebih diserahkan kepada orang perorangan (swasta) dan ada pula yang harus diatur oleh pusat. Bentuk sistem dengan corak keputusan pertama (lebih banyak diserahkan pada kemauan orang per orang) disebut sistem Liberal/kapitalisme. Sebaliknya, sistem yang serba diatur dan dikomandi oleh pemerintanh disebut sosialisme/komunisme. Tentu saja tiap negara memilih salah satu dari kedua bentuk ekstrem dari sistem ekonomi yang disebutkan diatas. Diantara kedua sistem ekonomi tersebut masih terdapat bentuk yang disebut sistem perekonomian campuran (mixed economy).
Masing-masing sistem ekonomi memiliki penggagasnya masing-masing, banyak pula aliran-aliran yang memunculkan gagasan-gagasannya tentang sistem ekonomi, baik itu lebih cenderung pada sistem ekonomi kapitalisme maupun sistem sosialisme.

2.      RumusanMasalah
1.      Bagaimana teori ekonomi klasik muncul?
2.      Bagaimanaperkembangan pemikiran ekonomi padamasa klasikThomas Robert Malthus?
3.      Bagaimanaperkembangan pemikiran ekonomi padamasa klasikDavid Ricardo ?
4.      Bagaimanaperkembangan pemikiran ekonomi padamasa klasikJean Batiste Say?
5.      Bagaimanaperkembangan pemikiran ekonomi padamasa klasikJohn Stuart Mill?
6.      Bagaimanaperkembangan pemikiran ekonomi padamasa klasikFrancois Quesnay?
7.      Bagaimanaperkembangan pemikiran ekonomi padamasa klasikJohn Locke?


3.      Tujuan
1.    Mengetahui teori ekonomi klasik muncul.
2.    Mengetahui perkembangan pemikiran ekonomi padamasa klasikThomas Robert Malthus.
3.    Mengetahui perkembangan pemikiran ekonomi padamasa klasikDavid Ricardo.
4.    Mengetahui perkembangan pemikiran ekonomi padamasa klasikJean Batiste Say.
5.    Mengetahuiperkembangan pemikiran ekonomi padamasa klasikJohn Stuart Mill.
6.    Mengetahuiperkembangan pemikiran ekonomi padamasa klasik Francois Quesnay.
7.    Mengetahui perkembangan pemikiran ekonomi padamasa klasik John Locke.

4.      Manfaat
Manfaat penyusunan makalah ini adalah dapat mengetahui sejarah perkembangan ekonomi dari pemikiran ekonomi masa klasikThomas Robert Malthus, David Ricardo, Jean Batiste Say, John Stuart Mill.







1
BAB II
PEMBAHASAN
`TEORI EKONOMI KLASIK
Aliran klasik muncul pada akhir abad ke 18 dan permukaan abad ke 19 yaitu di masa revolusi industri dimana suasana waktu itu merupakan awal bagi adanya perkembangan ekonomi. Pada waktu itu sistem liberal sedang merajalela dan menurut aliran klasik, ekonomi liberal itu disebabkan oleh adanya pacuan antara kemajuan teknologi dan perkembangan jumlah penduduk. Mula-mula kemajuan teknologi lebih cepat dari pertambahan jumlah penduduk, tetapi akhirnya terjadi sebaliknya dan perekonomian akan mengalami kemacetan.
Kemajuan teknologi mula-mula disebabkan oleh adanya akumulasi kapital atau dengan kata lain kemajuan teknologi tergantung pada pertumbuhan kapital. Kecepatan pertumbuhan kapital tergantung pada tinggi rendahnya tingkat keuntungan, sedangkan tingkat keuntungan ini akan menurun setelah berlakunya hukum tambahan hasil yang semakin berkurang (low of diminishing returus) karena sumber daya alam itu terbatas.
1. Thomas Robert Malthus (1766-1834)
Dilahirkan tahun 1766 di Inggris, sepuluh tahun sebelum Adam Smith menerbitkan The Wealth of Nations dan meninggal tahun 1834. Malthus adalah seorang ilmuwan di bidang teologi yang kemudian memusatkan perhatiannya kepada masalah-masalah ekonomi dalam perkembangan masyarakat. Malthus adalah alumnus dari University of Cambridge, Inggris, tempat ia menyelesaikan pelajaran dalam ilmu matematika dan ilmu sejarah klasik. Malthus diangkat menjadi Profesor of History and Political Economy di East India College. Bagian yang paling penting dalam pola dasar pemikiran Malthus dan kerangka analisisnya ialah menyangkut teori tentang sewa tanah dan teori tentang penduduk dengan bukunya yang berjudul An Essay on the Principle of Population. Teori Malthus pada dasarnya sederhana saja. Kelahiran yang tidak terkontrol menyebabkan penduduk bertambah menurut deret ukur padahal persediaan bahan makanan bertambah secara deret hitung, sehingga suatu saat akan terjadi malapetaka yang menimpa umat manusia.


2.      David Ricardo (1772-1823)
Adalah seorang Pemikir yang paling menonjol di antara segenap pakar Mazhab Klasik. Ia sangat terkenal karena kecermatan berpikir, metode pendekatannya hampir seluruhnya deduktif. David Ricardo telah mengembangkan pemikiran-pemikiran Adam Smith secara lebih terjabar dan juga lebih sistematis. Dan pendekatannya teoretis deduktif, pemikirannya didasarkan atas hipotesis yang dijadikan kerangka acuannya untuk mengkaji berbagai permasalahan menurut pendekatan logika. Teori yang dikembangkan oleh Ricardo menyangkut empat kelompok permasalahan yaitu: teori tentang distribusi pendapatan sebagai pembagian hasil dari seluruh produksi dan disajikan sebagai teori upah, teori sewa tanah, teori bunga dan laba, teori tentang nilai dan harga, teori perdagangan internasional dan, teori tentang akumulasi dan perkembangan ekonomi.

Menurut David Ricardo di dalam masyarakat ekonomi ada tiga golongan masyarakat, yaitu:
a) Golongan Kapital
Adalah golongan yang memimpin produksi dan memegang peranan yang penting karena mereka selalu mencari keuntungan dan menginvestasikan kembali pendapatannya dalam bentuk akumulasi kapital yang mengakibatkan naiknya pendapatan nasional.
b) Golongan Buruh
Golongan buruh ini tergantung pada golongan kapital dan merupakan golongan yang terbesar dalam masyarakat
c) Golongan tuan tanah
Mereka hanya memikirkan sewa saja dari golongan kapital atas areal tanah yang di
sewakan.
David Ricardo mengatakan bahwa bila jumlah penduduk bertambah terus dan akumulasi kapital terus menerus terjadi, maka tanah yang subur menjadi kurang jumlahnya atau semakin langka adanya.

3.      Jean Batiste Say (1767-1832)
Jean Batiste adalah seorang pakar ekonomi kelahiran Perancis yang berasal dari keluarga saudagar dan menjadi pendukung pemikiran Adam Smith. Say memperbaiki sistem Adam Smith dengan cara yang lebih sistematis serta logis. Karya Say yaitu theorie des debouchees (teori tentang pasar dan pemasaran) dan dikenal sebagai Hukum Say (Say’s Law) yaitu supply creats its oven demand tiap penawaran akan menciptakan permintaanya sendiri. Menurut Say dalam perekonomian bebas atau liberal tidak akan terjadi “produksi berlebihan” (over production) yang sifatnya menyeluruh, begitu juga pengangguran total tidak akan terjadi. Yang mungkin terjadi menurut Say ialah kelebihan produksi yang sifatnya sektoral dan juga pengangguran yang sifatnya terbatas (pengangguran friksi).
4.      John Stuart Mill (1806-1873)
Mill merupakan anak dari James Mill yang juga merupakan seorang pakar ekonomi Mill dikenal sebagai penulis yang berbakat. Bukunya yang terakhir, Principles of Political Economy dimaksudkan untuk menyarikan teori-teori ekonomi pada masanya. Dalam buku tersebut mengatakan tidak ada teori yang orisinil dari pemikirann
ya sendiri. Akan tetapi tampaknya ia terlalu merendah. Hal ini disebabkan konsep return to scale adalah orosinil dari Mill. Mill juga orang pertama yang mengemukakan ide tentang konsep elastisitas permintaaan yang kemudian dikembangkjan lebih lanjut oleh Marshall.
5. Francois Quesnay
Francois Quesnay (diucapkan Kennay) terkenal sebagai pencipta model ekonomi pertama, Tableau Economique, dan sebagai pemimpin physiocrats. Para pengikutnya menamakan diri mereka sebagai physiocrat dari bahasa Perancis, physiocrate, yang berarti hukum alam (Rule of Nature). Physiocrat ialah kelompok ekonom yang percaya kalau kemakmuran suatu negara hanya bisa dicapai melalui agrikultur.
Quesnay memulai pendapatnya dengan berasumsi bahwa ekonomi dapat digambarkan menurut tiga kelas atau sektor yang berbeda. Pertama, sektor pertanian yang menghasilkan makanan, bahan mentah dan hasil pertanian lainnya. Kedua, sektor manufaktur yang memproduksi barang-barang pabrik seperti pakaian dan bangunan serta alat-alat yang diperlukan oleh pertanian dan pekerja pabrik, beserta jasa. Ketiga, kelas pemilik tanah yang tidak menghasilkan nilai ekonomi apa-apa, tetapi mereka memiliki klaim atas surplus output yang dihasilkan dalam pertanian. Biaya sewa ini merepresantasikan pembayaran surplus kepada pemilik tanah dan perdagangan ini kemudian dikenal sebagai Teori Sewa Physiocratic
6. John Locke
Sumbangan John Locke untuk ekonomi adalah memberikan justifikasi pertama untuk kepemilikan pribadi dan untuk pembatasan keterlibatan pemerintah dalam kegiatan perekonomian. Locke juga memberi berupa sumbangan pada teori uang dan tingkat suku bunga.
Sumbangan mengenai filosofinya yaitu, mengemukakan proporsi yang agak kontroversial bahwa manusia mempunyai hak atas pekerjaan mereka dan atas hasil dari pekerjaannya itu, mereka menerima tanah sebagai milik mereka secara sah dengan memadukan pekerjaan mereka dengan tanah.
            Uang atau modal diakui oleh Locke benar-benar merupakan hasil dari kerja sebelumnya. Jadi, kepemilikan uang dapat dibenarkan karena orang-orang harus bekerja untuk mendapatkannya. Uang juga membuat manusia dapat mengumpulkan kekayaan lebih banyak lagi karena uang tidak rusak sebelum dikonsumsi. Selain itu, Locke berpendapat bahwa properti pribadi memiliki nilai praktis karena ketika manusia diizinkan mengumpulkan kekayaan maka mereka akan lebih produktif.
Locke menolak pedapat dari Josiah Child (Pertengahan abad ke-17) yang berpendapat bahwa seharusnya negara membatasi tingkat suku bunga sampai 4%. Ia juga berpendapat bahwa hukum riba (Usury Law) hanyalah redistribusi dari keuntungan antara pedagang dan pemberi pinjaman, mereka tidak menguntungkan negara secara keseluruhan karena bunga tersebut tidak meningkatkan peminjaman dan investasi. Locke menyimpulkan bahwa lebih baik bunga dibiarkan sampai ke tingkat yang wajar (yang ditentukan oleh hukum permintaan dan penawaran) ketimbang diterapkan oleh pemerintah.
Sumbangan yang kedua adalah bahwa Locke menolak usulan dari pemerintah Inggris untuk pemecahan masalah uang logam yang terpotong atau terdepresiasi dengan mengurangi berat dari logam mulia dalam semua uang logam, atau mendevaluasi mata uang nasional. Menurut Locke, dengan mengurangi berat kandungan logam mulia, tidak akan membantu karena nilai atau kekuatan pembayar dari uang ini ditentukan oleh kandungan peraknya. Menurunkan nilai uang hanya akan membuat pedagang menginginkan lebih banyak mata uang untuk ditukar dengan barang.

























9
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Pada akhir abad ke 18 dan permukaan abad ke 19muncul Aliran klasik. Masa revolusi industri waktu itu merupakan awal bagi adanya perkembangan ekonomi.Meliputi kelahiran yang tidak terkontrol menyebabkan penduduk bertambah menurut deret ukur padahal persediaan bahan makanan bertambah secara deret hitung, bila jumlah penduduk bertambah terus dan akumulasi kapital terus menerus terjadi, maka tanah yang subur menjadi kurang jumlahnya atau semakin langka adanya.Kemudiankelebihan produksi yang sifatnya sektoral dan juga pengangguran yang sifatnya terbatas (pengangguran friksi) dan kepemilikan uang dapat dibenarkan karena orang-orang harus bekerja untuk mendapatkannya.

Saran
Kita sebagai mahasiswa, sebagai penerus bangsa yang nantinya akan turut campur dalam kehidupan bangsa yang lebih terutama kehidupan perekonomian, harus mengetahui bagaimana hakekat sejarah perkembangan pemikiran-pemikiran ekonomi sebagai dasar pengetahuan utama dalam menjalankan kegiatan perekonomian nantinya.











10
DAFTAR PUSTAKA

[1]. Deliarnov. 1995. “Perkembangan Pemikiran Ekonomi”. Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada.
[2]. Sofa, Pakde. 2008. Sejarah Pemikiran Ekonomiwww.pemikiranekonomi.com. Diakses 1Mei2013.
[3]. Arizal. 2012. Sejarah Pemikiran Ekonomi Global.www.ekonomiglobal_arizal.com. Diakses 2 Mei 2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Asimtot

Hidup perlu mengenal garis Garis horizontal maupun vertikal Hidup pun tergariskan Garis yang diciptakan sendiri Maupun garis yang digar...