Demikian juga halnya dengan cerita masyarakat
Dagen-Suruh-Tasikmadu-Karanganyar yang sudah melegenda, konon menurut
penelusuran kami yang kami lakukan kepada sesepuh dan kepada tokoh
masyarakat yang tau betul tentang Asal-Usul Dusun Dagen, Bahwa
Dusun Dagen dimana tempat saya bertempat tinggal/berdomisili sampai
sekarang ini selain mempunyai sebuah makam juga mempunyai sebuah Punden.
Punden tersebut oleh warga masyarakat Dusun Dagen sampai sekarang ini
masih sangat disakralkan karena ditempat itu dibangun pagar tembok
dengan bangunan empat persegi, dan ditengahnya ada sebuah pohon beringin
yang sangat besar dan usianya sudah ratusan tahun. Ditengah bangunan
dengan dipagari tembok tersebut didepan pohon beringin yang besar
tersebut juga ada sebuah makam yang berukuran sangat besar, dan panjang
yang dipenuhi dengan berbagai sesaji, seperti bunga setaman, kemenyan
yang sudah berundak-undak menyerupai candi. Konon ceritanya makam
dipunden itu adalah Mbah Ndagi orang yang pertama kali meninggal
diDusun Dagen dan kemudian dipundi-pundi, dipercayai oleh warga
masyarakat Dusun Dagen untuk memberikan berkah, keselamatan, dan
dijauhkan dari segala macam gangguan sehingga senantiasa memberikan
keselamatan dan perlindungan pada warga masyarakat Dusun Dagen. Namun
itu hanya sebagai sarana yang dipercaya oleh masyarakat, tetapi
masyarakat tetap yang utama dan pertama meyakini, dan menyerahkan segala
kehidupannya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Dari cerita sesepuh dan tokoh masyarakat Dusun Dagen tentang keberadaan
Punden yang ada makamnya Mbah Ndagi tersebut kemudian oleh masyarakat
waktu itu dipakai untuk memberikan nama Dusun yaitu, Dusun Dagen dari
asal Ndagi ( Mbah Ndagi ). Demikian dari hasil penelusuran yang kami
lakukan kepada sesepuh dan tokoh masyarakat Dusun Dagen. Apabila ada
segala sesuatu yang kurang pas mohon maaf. Terima Kasih atas
perhatiannya.