Kamis, 20 Juli 2017

KOMUNIKASI DALAM MANAJEMEN SEKOLAH


KOMUNIKASI DALAM MANAJEMEN SEKOLAH
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah
Manajemen Sekolah
Dosen Pengampu:
Basuki Sulistio

DISUSUN OLEH :

Eka Meia Putri K N               (7101415362)
Ika Retnaningsih                    (7101415374)
Aldi Presanggeni                    (7101415379)
Kunti Nailal Khamidah                  (7101415384)
Fauzul Muna                          (7101415385)
Abdul Basit                            (5202415040)


UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
SEMARANG
2016


KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca.
Harapan kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini agar kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat kurang. Oleh kerena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

      Semarang, 19 September 2016

                                                                                          Penyusun












DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL................................................................................      i
KATA PENGANTAR................................................................................      ii
DAFTAR ISI ...............................................................................................      iii   
BAB I PENDAHULUAN ...........................................................................     
1.1 Latar Belakang ...............................................................................      1    
1.2 Rumusan Masalah ..........................................................................      1
1.3 Tujuan.............................................................................................      1
BAB II PEMBAHASAN.............................................................................     
2.1 Pengertian Komunikasi...................................................................      2
2.2 Macam-macam Komunikasi............................................................      2
2.3 Unsur-unsur Komunikasi................................................................      3
2.4 Prinsip-prinsip Komunikasi.............................................................      4
2.5 Arah Komunikasi............................................................................      7
2.6 Bentuk-bentuk Komunikasi............................................................      8
2.7 Komunikasi dalam Manajemen Sekolah.........................................      10
2.7.1 Komunikasi Intern..................................................................      10
2.7.2 Komunikasi Ekstern................................................................      11
2.8 Pentingnya Komunikasi dalam Manajemen Sekolah......................      13
BAB III PENUTUP.....................................................................................     
3.1 Kesimpulan.....................................................................................      14
3.2 Saran...............................................................................................      14
DAFTAR PUSTAKA..................................................................................      15



BAB I
PENDAHULUAN
1.1              Latar Belakang
Manusia sebagai makhluk sosial selalu berinteraksi dengan individu maupun kelompok lain disekitarnya. Salah satu syarat interaksi adalah adanya  komunikasi. Dengan komunikasi maka antara satu individu dengan individu atau kelompok lain akan mengetahui maksud yang hendak disampaikan, kemudian akan mendapatkan reaksi. Dengan demikian maka tidak dapat dipungkiri bahwa peran komunikasi menjadi sangat penting dalam kehidupan manusia. Hal ini terwujud misal pada organisasi atau institusi yang terbentuk dalam masyarakat melalui komunikasi. Dalam dunia pendidikan peran komunikasi menjadi sangat penting. Tanpa adanya komunikasi maka sistem pendidikan dalam sebuah negara tidak akan berjalan dengan baik sehingga akan merusak sistem yang lain. Komunikasi dalam manajemen sekolah sangat diperlukan, baik komunikasi intern maupun ekstern. Kedua komunikasi tersebut sangat berpengaruh terhadap kelancaran, kemudahan, dan kenyamanan dalam melaksanakan tugas. Untuk itu makalah ini akan membahas secara garis besar apa saja yang perlu dipelajari dalam komunikasi manajemen di sekolah agar dapat diimplementasikan di kehidupan sehari-hari khususnya di sekolah.
1.2              Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian komunikasi, macam-macam, prinsip, unsur, arah, serta bentuk komunikasi?
2.      Apa saja komunikasi yang ada dalam manajemen sekolah?
3.      Mengapa komunikasi dalam sekolah sangat penting?

1.3              Tujuan
1.      Mengetahui pengertian komunikasi, macam-macam, prinsip, unsur, arah, serta bentuk komunikasi.
2.      Mengetahui komunikasi yang ada dalam manajemen sekolah.
3.      Mengetahui alasan komunikasi dalam sekolah sangat penting.



BAB II
PEMBAHASAN
2.1        Pengertian Komunikasi
a.       Komunikasi adalah kemampuan mengirimkan pesan dengan jelas, manusiawi, efisien dan menerima pesan secara akurat. (D.B. Curtis, 1992)
b.      Komunikasi merupakan suatu tindakan oleh satu orang atau lebih yang mengirim dan menerima pesan yang terdistorsi oleh gangguan terjadi dalam satu konteks tertentu, mempunyai pengaruh tertentu dan ada kesempatan untuk melakukan umpan balik. (J.A Devito)
c.        Komunikasi adalah proses menyampaikan informasi, ide, dan penjelasan dari orang kepada orang lain atau dari kelompok kepada kelompok lain yang ditujukan untuk mempengaruhi sikap dan perilaku kelompok dalam suatu organisasi. (Oteng Sutisna, 1989)
d.      Komunikasi diartikan sebagai usaha untuk menyampaikan maksud tertentu kepada orang lain sehingga orang tersebut dapat memahami maksud yang disampaikan. (Fandy Tjiptono & Anastasia Diana, 2001)
Dapat disimpulkan bahwa komunikasi merupakan suatu proses penyampaian informasi dari komunikator (yang menyampaikan informasi) kepada komunikan (orang yang menerima informasi baik secara verbal maupun nonverbal dengan menggunakan media untuk mencapai tujuan tertentu agar mencapai persepsi yang sama.

2.2                          Macam-Macam Komunikasi
  1. Komunikasi menurut cara penyampaiannya
1. Komunikasi lisan ;  Secara langsung melalui dialog.
2. Komunikasi tertulis : Misal melalui surat, gambar dan grafik.
  1. Komunikasi menurut kelangsungannya
1.    Komunikasi langsung
2.    Komunikasi tidak langsung
  1. Komunikasi menurut perilaku
1.    Komunikasi formal : Komunikasi yang terjadi dalam suatu organisasi atau institusi, yang tata caranya telah diatur dalam stuktur organisasi tersebut.
2. Komunikasi informal : Komunikasi dalam organisasi yang tidak ditentukan secara resmi oleh organisasi tersebut.
3. Komunikasi non-formal : Komunikasi yang terjadi antara komunikasi yang bersifat formal dan informal, yaitu komunikasi yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas pekerjaan organisasi dengan kegiatan yang bersifat pribadi anggota organisasi atau perusahaan tersebut, misalnya rapat tentang ulang tahun perusahaan.
  1. Komunikasi menurut maksud komunikasi
1.    Berpidato
2.    Memberi ceramah
3.    Memberi prasaran
4.    Wawancara
5.    Member tugas atau perintah
  1. Komunikasi menurut ruang lingkup
1.    Komunikasi internal : Komunikasi yang berlangsung dalam ruang lingkup atau lingkungan organisasi yang terjadi diantara anggota organisasi tersebut saja.
2.    Komunikasi eksternal : Komunikasi yang berlangsung antara organisasi dengan pihak masyarakat yang ada diluar organisasi atau perusahaan tersebut.

2.3       Unsur Komunikasi
·         Komunikator
Yang dimaksud komunikator yaitu orang yang menyampaikan informasi atau pihak yang bertindak sebagai pengirim pesan dalam proses komunikasi. Dengan kata lain komunikator adalah seorang atau sekelompok orang yang berinisiatif untuk menjadi sumber dalam sebuah hubungan.komunikator tidak hanya berperan sebagai pengirim pesan saja namun juga memberikan respon dan menjawab pertanyaan yang disampaikan sebagai dampak dari proses komunikasi yang berlangsung, baik secara langsung maupun tidak langsung. (Wikipedia)
·         Komunikan
Yang dimaksud komunikan yaitu orang yang menerima informasi. Komunikan bisa terdiri dari satu orang atau lebih bisa juga dalam bentuk kelompok. Dalam proses komunikasi, komunikasi adalah elemen penting karena dialah yang menjadi sasaran komunikasi dan bertanggung jawab untuk dapat mengerti pesan yang disampaikan dengan baik.
·         Pesan
Yang dimaksud pesan adalah keseluruhan apa yang disampaikan oleh komunikator. Pesan dapat beruba kata-kata, tulisan, gambaran atau perantara lain. Pesan ini memiliki inti yakni mengarah pada usaha untuk mengubah sikap dan tingkah laku komunikan. Inti pesan akan selalu mengarah tujuan akhir komunikasi itu.
·         Media
Yang dimaksud media adalah sebagai saluran penghubung antara orang komunikator dengan komunikan. Pemilihan sarana atau media dalam proses komunikasi tergantung pada sifat berita yang akan disampaikan.
·         Feedback
Yang dimaksud feedback adalah umpan balik yang diharapkan komunikator agar komunikan memperoleh suatu persepsi yang sama atau dapat dimaknai sebagai jawaban komunikan atas pesan yang disampaikan oleh komunikator kepadanya. Pada komunikasi yang dinamis komunikator dan komunikan terus menerus bertukar peran,
  • Dampak/Effect
Yang dimaksud dampak/effect adalah perbedaan yang dialami oleh komunikan sebelum dan sesudah menerima pesan. Bila sikap dan tingkah laku komunikan berubah sesuai dengan isi pesan maka komunikasi telah berjalan dengan baik. Dampak/effect sesungguhnya dapat dilihat dari personal opinion,public opinion maupun majority opinion. Namun semuanya mengarah kepada perubahan yang terjadi kepada komunikan setelah menerima pesan.

2.4       Prinsip Komunikasi
Prinsip dasar komunikasi menurut Seiler (1988) dalam Arni Muhammad (2002) antara lain :
ü  Komunikasi adalah suatu proses
Yang dimaksud suatu proses adalah suatu kegiatan yang terus menerus, yang tidak mempunyai permulaan atau akhir dan selalu berubah-ubah. Komunikasi juga melibatkan suatu variasi saling berhubungan yang kompleks yang tidak pernah ada duplikat dalam cara yang persis sama yaitu saling berhubungan di antara orang, lingkungan, keterampilan, sikap, status, pengalaman, dan perasaan. Suatu perubahan dapat terjadi karena adanya proses komunikasi. Contohnya adalah seorang pengawas sedang memperhatikan karyawannya di suatu pekerjaan. Tiba-tiba pengawas tersebut mengucapkan kata salah, maka karyawan yang sedang tersebut menghentikan pekerjaannyadan mungkin bertanya dimanaletak kesalahannya. Atau kalau karyawan tersebut tahu dimana letak kesalahannya dia dapat langsung memperbaiki pekerjaanya pada saat diawasi pengawas tersebut.
ü  Komunikasi adalah suatu sistem
Seperti kita ketahui diatas bahwa komunkasi terdiri dari beberapa unsur-unsur dan unsur-unsur tersebut mempunyai tugas masing-masing. Tugas dari unsur-unsur itu berhubungan satu sama lain untuk menghasilkan suatu komunikasi. Misalnnya pengirim mempunyai peranan untuk menentukan apa informasi atau apa arti yang dikomunikasikan. Setelah tahu apa arti komunikasi atau informasi yang akan dikirimkan, informasi tersebut perlu diubah ke dalam kode atau sandi-sandi tertentu sesuai dengan aturannya sehingga berupa suatu pesan. Jadi komponen pesan ada kaitannya dengan komponen pengirim. Bila pengririm tidak benar menyandikan arti yang akan dikirim maka terjadilah pesan itu kurang tepat. Kurang tepatnya pesan yang dikirim akan mempengaruhi komponen penerima dalam menginterperstasikannya. Kaitan komponen pesan dengan saluran misalnya bila pesan disampaikan dengan lisan maka gelombang suara adalah saluran dan ini juga berkaitan dengan si penerima dalam mengikuti pesan yang harus menggunakan pendengarannya dalam menerima pesan tersebut. Begitulah, antara satu komponen yang lain saling berkaitan dan bila terdapat gangguan pada suatu komponen akan berpengaruh pada proses komunikasi secara keseluruhan.
ü  Komunikasi bersifat interaksi dan transaksi
Yang dimaksud dengan istilah interaksi adalah saling bertukar komunikasi. Misalnya seseorang berbicara kepada temannya mengenai sesuatu, kemudian temannya yang mendengar memberikan reaksi atau komentar terhadap apa yang sedang dibicarakan itu. Begitu selanjutnya  berlangsung secara teratur ibarat orang yang bermain melempar bola. Seorang yang melemparkan yang lainnya menangkap kemudian yang menangkap melemparkan kembali kepada si pelempar pertama.
Dalam kehidupan sehari-hari komunikasi yang kita lakukan tidak teratur itu prosesnya. Banyak dalam percakapan  tatap muka terlibat dalam proses pengiriman  pesan secara simultan tidak terpisah seperti contoh diatas. Dalam keadaan demikian komunikasi tersebut bersifat transaksi. Sambil menyandikan pesan kita juga menginterpretasikan pesan yang kita terima. Misalnya dalam situasi pengajaran di kelas antara guru dengan murid seringkali memperlihatkan komunikasi transaksi ini. Sambil guru menyampaikan informasi kepada murid atau sedang menjelaskan pengajaran muridpun menyampaikan pesan kepada guru dalam bermacam-macam bentuk. Jadi, komunikasi yang terjadi antara manusia dapat berupa interaksi dan transaksi.

ü  Komunikasi dapat terjadi disengaja maupun tidak disengaja
Komunikasi yang disengaja terjadi apabila pesan yang mempunyai maksud tertentu dikirimkan kepada penerima yang dimaksudkan. Misalnya seorang pemimpin bermaksud mengadakan rapat dengan kepala-kepala bagiannya. Apabila pimpinan tersebut mengirimkan pesan yang berisi undangan rapat kepada kepala-kepala bagiannya, maka itu dinamakan komunikasi disengaja. Tetapi  apabila pesan yang tidak sengaja atau tidak dimaksudkan untuk orang tertentu untuk menerimanya maka itu dinamakan komunikasi tidak disengaja.  Misalnya seseorang memakai warna pakaian yang agak terang yang tidak mempunyai maksud untuk mengirim pesan tertentu, kadang-kadang diterima secara tidak sengaja sebagai pesan oleh orang lain, karena tanpa disadari orang lain melihat warna pakaian yang dipakainya.
Komunikasi yang ideal terjadi apabila seseorang bermaksud mengirim pesan tertentu terhadap oang lain yang ia inginkan untuk menerimanya. Tetap itu merupakan jaminan bahwa pesan akan efektif, karena tergantung kepada faktor lain yang juga ikut berpengaruh kepada proses komunikasi. Kadang-kadang ada juga pesan yang sengaja dikirimkan kepada orang-orang yang dimaksudkan tetapi sengaja tidak diterima oleh orang itu. Misalnya orang tua yang berbicara kepada anaknya tetapi anaknya tidak mau mendengarnya.
Ada juga situasi komunikasi yang tidak disengaja tetapi diterima oleh orang lain dengan sengaja. Misalnya dalam suatu kelas yang hening tiba-tiba seorang murid berdiri maju kedepan mengambil kapur untuk menghisap tinta penanya. Gerakan murid dengan tidak sengaja sebagai pesan itu diterima murid-murid lainnya sebagai pesan karena tiba-tiba temannya yang lain memperhatikan geraknya yang menimbulkan bermacam-macam interprestasi bagi mereka. Dari bermacam-macam contoh diatas jelaslah, bahwa komunikasi itu dapat terjadi disengaja maupun tidak dengan disengaja.

2.5        Arah Komunikasi
Agar komunikasi menjadi efektif maka komunikasi harus dilakukan dengan proses tiga arah, yaitu :
ü  Komunikasi ke bawah
Komunikasi kebawah biasanya mengenai soal-soal kebijaksanaan, prosedur, instruksi atau keterangan yang bersifat umum. Komunikasi tersebut dapat melalui tatap muka, telepon, surat edaran, papan pengumuman, maupun alat lain. Praktek yang baik yaitu apabila administrator menyampaikan informasi dan instruksi itu hanya kepada orang-orang yang berada langsung dibawahnya, dan mengizinkan mereka untuk meneruskan informasi dan instruksi itu kepada orang-orang yang langsung dibawah mereka. (Oteng Sutisna, 1989)
ü  Komunikasi ke atas
Dalam sistem sekolah komunikasi ke atas berjalan dari guru ke kepala sekolah ke kepala kantor pendidikan ke menteri pendidikan. Komunikasi ke atas membantu administrator untuk mengetahui apakah pikiran-pikiran yang disalurkan ke bawah dapat diterima, menggalakkan para anggota untuk menyumbangkan ide-ide berharga, dan memungkinkan administrator untuk menghindarkan administrator dari situasi sulit yang mungkin timbul. Selain itu komunikasi ke atas memungkinkan para anggota untuk dapat lebih menyesuaikan diri dengan tujuan sekolah dan program-programnya. (Oteng Sutisna, 1989)
ü  Komunikasi ke samping atau mendatar
Komunikasi mendatar adalah bentuk lain dari komunikasi organisasional. Komunikasi mendatar penting karena memungkinkan penyebaran keterangan dan pikiran di kalangan para anggota staf sendiri dan membantu menjalin mereka menjadi kelompok profesional dan sosial yang terpadu. (Oteng Sutisna, 1989). Komunikasi ini memungkinkan guru-guru untuk dapat berkomunikasi dengan sesama guru, kepala sekolah dengan kepala sekolah lain, pengawas dengan pengawas lain.






2.6       Bentuk Komunikasi
Ada beberapa bentuk komunikasi diantaranya:
  1. Komunikasi Intrapersonal
Komunikasi intrapersonal sering disebut juga komunikasi intrapribadi, secara harfiah dapat diartikan sebagai komunikasi dengan diri sendiri. Komunikasi yang terjadi dalam diri individu ini juga berfungsi sebagai :
a. Untuk mengembangkan kreatifitas imajinasi, memahami dan mengendalikan diri serta meningkatkan kematangan berfikir sebelum mengambil suatu keputusan.
b. Komunikasi ini akan menjadikan seseorang agar tetap sadar akan kejadian disekitarnya.
2.  Komunikasi Interpersonal
Komikasi Interpersonal ialan komunikasi antara dua orang dan terjadi kontak langsung dalam percakapan. Komunikasi ini juga dapat berlangsung dengan berhadapan muka atau melalui media komunikasi antara lain dengan melalui pesawat telepon, atau radio. Komunikasi ini bisa disebut efektif apabila komunikasi dapat menghasilkan perubahan sikap pada orang yang terlibat dalam komunikasi tersebut. Dibawah ini Efektivitas antar pribadi dapat dibagi menjadi dua macam yaitu:
  • Efektifitas Perspektif Humaris, ciri-ciri efektivitas ini ialah :
a. Keterbukaan (openness)
b. Empati (empathy)
c. Dukungan (supportiveness)
d. Rasa positif (positiveness)
e. Kesetaraan (equality)
  • Efektifitas Perspektif Pragmatis, ciri-cirinya ialah:
a. Bersikap yakin
b. Kebersamaan
c. Manajemen interaksi
d. Orientasi pada orang lain.
3.  Komunikasi kelompok
Menurut (Michael Burgoon, 1978) komunikasi kelompok ialah interaksi tatap muka antara tiga orang atau lebih dengan tujuan berbagi informasi, pemecahan maasalah yang mana anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota lain secara tepat.
Sedangkan menurut (Goldberg, 1975) komunikasi kelompok ialah suatu bidang studi, penelitian dan penerapan yang menitikberatkan tidak hanya pada proses kelompok secara umum, tetapi juga pada perilaku komunikasi individu untuk memiliki susunan rencana tertentu untuk mencapai tujuan kelompok.
Media komunikasi kelompok ini ialah seperti Seminar dengan tujuan membicarakan suatu masalah dengan menampilkan pembicara kemudian meminta pendapat.
4. Komunikasi Massa
Komunikasi Massa ialah suatu proses dimana suatu organisasi memproduksi dan menyebarkan pesan kepada publik secara luas, atau suatu proses komunikasi dimana pesan dari media dicari digunakan dan dikonsumsi oleh audiens. Oleh karena itu, komunikasi massa mempunyai karekteristik utama yaitu MEDIA MASSA sebagai alat penyebaran pesannya.
Fungsi komunikasi Massa itu sendiri ialah:
  • Sebagai Informasi : kegiatan untuk mengumpulkan, menyimpan data, fakta dan pesan, opini dan komentar sehingga orang bisa mengetahui keadaan yang terjadi diluar dirinya.
Contoh : Pemberian informasi tentang penggunaan garam iodium dalam makanan yang merupakan salah satu upaya pencegahan gondok endemic.
  • Sebagai Sosialisasi: menyediakan dan mengajarkan ilmu pengetahuan bagaimana orang bersikap sesuai nilai-nilai yang ada serta bertindak sebagai anggota masyarakat secara efektif .
  • Motivasi
  •  Bahan diskusi
  • Pendidikan
  • Kemajuan budaya
  • Hiburan
  • Integrasi






2.7       Komunikasi dalam Manajemen Sekolah
2.7.1    Komunikasi Intern
  1. Pengertian
Komunikasi intern adalah komunikasi yang terjalin antara komponen sekolah yang terdiri dari kepala sekolah, guru, staf tata usaha, dan siswa.
  1. Tujuan
            Tujuan dari komunikasi intern adalah agar setiap personil sekolah dapat bekerja dengan tenang dan menyenangkan serta terdorong untuk berprestasi dengan baik dan mengerjakan tugas dengan penuh kesadaran.
  1. Manfaat
            Manfaat yang dapat dirasakan dari komunikasi intern adalah akan memberikan kemudahan dan keringanan dalam melaksanakan serta memecahkan persoalan sekolah. Sehingga semua personil sekolah dapat menyamakan langkah untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.
  1. Prinsip-prisip
            Dalam komunikasi intern hendaknya dapat diikat dengan ikatan profesional yakni “tata krama” dan sesuai dengan kode etik. Kepala sekolah hendaknya menggunakan prinsip demokrasi dan harus menganggap guru sebagai partner dalam kelompok. Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan kepala sekolah antara lain :
  • Bersikap terbuka, tidak memaksakan kehendak tapi bertindak sebagai fasilitator    yang mendorong suasana demokratis dan kekeluargaan.
  • Mendorong guru untuk mau dan mampu mengemukakan pendapatnya dalam memecahkan suatu masalah dan mendorong supaya guru mau melaksanakan aktivitas dan berkreativitas.
  • Mengembangkan kebiasaan untuk berdiskusi secara terbuka dan mendengarkan pendapat orang lain.
  • Mendorong para guru dan pegawai untuk mengambil keputusan yang terbaik dan menaati keputusan itu.
  • Berlaku sebagai pengarah, pengatur pembicaraan, perantara, dan pengambil kesimpulan secara redaksional.

2.7.2    Komunikasi Ekstern
a.  Pengertian
           Komunikasi ekstern merupakan komunikasi sekolah dengan masyarakat dan orang tua siswa baik secara individual maupun lembaga. Menurut Mulyasa (2002) komunikasi ekstern merupakan bentuk hubungan sekolah dengan lingkungan eksternal di sekitarnya, untuk mendapatkan masukan dari lingkungannya berkaitan dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukan di sekolah.
b.   Hubungan sekolah dengan orang tua siswa
            Hubungan sekolah dengan orang tua siswa dapat dijalin melalui berbagai cara yaitu adanya kesamaan tanggung jawab dan adanya kesamaan tujuan.
  • Tujuan hubungan sekolah dengan orang tua siswa
v  Saling membantu dan saling isi mengisi, dengan memahami kekurangan dan kelemahan anak, guru, dan orang tua siswa dapat bersama-sama membinanya.
v  Bantuan uang dan barang, baik secara perorangan maupun melalui lembaga yang disebut BP3 (Badan Pembantu Penyelenggara Pendidikan).
v  Untuk mencegah perbuatan yang kurang baik.
v  Bersama-sama membuat rencana yang baik untuk sang anak, misalnya mengembangkan bakat olahraga, musik, seni tari, seni lukis dan sebagainya.
  • Cara menjalin hubungan sekolah dengan orang tua
v  Melalui dewan sekolah (Komite Sekolah)
Dewan sekolah adalah suatu lembaga yang perlu dibentuk dalam rangka pelaksanaan MBS (Manajemen Berbasis Sekolah). Anggota dewan sekolah terdiri dari kepala sekolah, guru, beberapa tokoh masyarakat serta orang tua siswa yang memiliki potensi dan perhatian terhadap pendidikan. Pada hakikatnya dewan sekolah ini dibentuk untuk membantu menyukseskan kelancaran proses belajar mengajar di sekolah, baik menyangkut perencanaan, pelaksanaan, maupun penilaian. Dibentuknya dewan sekolah terutama dalam kaitannya dengan masalah relevansi pendidikan yang akan diwujudkan melalui MBS agar apa yang dilaksanakan sekolah sejalan dan selaras dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat.



v  Melalui BP3
BP3 adalah organisasi orang tua siswa yang bertugas dan berfungsi untuk memberikan bantuan penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Bantuan ini terutama dalam kaitannya dengan masalah sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar.
v  Melalui pertemuan penyerahan buku laporan pendidikan.
v  Melalui ceramah ilmiah, yang membahas masalah yang berkaitan dengan peningkatan prestasi siswa.
  1. Hubungan sekolah dengan masyarakat
Sekolah merupakan lembaga sosial yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat lingkungannya, sebaliknya masyarakatpun tidak dapat dipisahkan dengan sekolah. Sekolah merupakan lembaga formal yang diserahi tugas untuk mendidik, melatih serta membimbing generasi muda bagi peranannya di masa depan, sementara masyarakat merupakan pengguna jasa pendidikan.
  • Tujuan Hubungan antara sekolah dengan masyarakat
v  Berdasarkan kepentingan sekolah
-          Memelihara kelangsungan hidup sekolah.
-          meningkatkan mutu pendidikan sekolah.
-          memperlancar kegiatan belajar mengajar.
-          memperoleh bantuan dan dukungan masyarakat.
v  Berdasarkan kepentingan masyarakat
-          Memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
-          memperoleh masukan dari sekolah dalam memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat.
-          menjamin relevansi program sekolah dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat.
  • Bidang kerjasama sekolah dengan masyarakat
Hubungan sekolah dengan masyarakat antara lain lewat bidang pendidikan, kesenian, olah raga dan keterampilan serta pendidikan bagi anak berkelainan.




2.8       Pentingnya Komunikasi dalam Manajemen sekolah
Komunikasi memegang peranan penting dalam menunjang kelancaran aktivitas. Tanpa komunikasi maka maksud bersama tidak dapat dipahami dan diterima oleh semua anggota organisasi. Selain itu tanpa komunikasi maka tidak terjadi koordinasi yang menyebabkan tercapainya tujuan organisasi. Komunikasi merupakan hal yang sangat pokok bagi eksistensi suatu organisasi.
Komunikasi sangat penting dalam menangani semua masalah yang muncul dalam setiap organisasi. Komunikasi sangat penting bagi pembuatan putusan. Agar bisa membuat putusan yang rasional diperlukan tersedianya semua keterangan tentang alternatif-alternatif serta konsekuensi-konsekuensinya. Keterngan serupa hanya dapat dibuat melalui komunikasi. Demikian juga kekuatan merancang, mengorganisasi, dan menilai selalu bergantung kepada kualitas komunikasi.
Menurut Oteng Sutisna (1989) cara untuk mengembangkan proses komunikasi yang baik adalah administrator perlu memahami orang dan kelompok yang membentuk sebuah organisasi. Tidak ada komunikasi yang efektif kecuali sistem sekolah menggalakkan para anggota organisasi untuk bebas menyatakan perasaan dan pikiran mereka.
Komunikasi dalam sebuah organisasi dibedakan menjadi dua yaitu komunikasi formal dan komunikasi informal. Komunikasi formal adalah komunikasi yang terjalin secara formal antara personil organisasi, sedangkan komunikasi informal yaitu komunikasi yang terjalin karena unsur keterdekatan antara personil organisasi yang biasanya berbentuk pertemanan atau persahabatan. Kedua sistem komunikasi tersebut sangat berpengaruh dalam efektivitas organisasi. Oleh kerena itu kedua sistem komunikasi tersebut harus berjalan dengan baik. Menurut Oteng Sutisna (1989) sistem komunikasi formal hendaknya dirancang dengan pemahaman penuh tentang maksud dan kondisi yang menandai sistem pendidikan, dan hendaknya menggunakan prosedur yang sesuai dengan maksud dan kondisi tersebut. Sedangkan untuk meningkatkan kualitas komunikasi informal, administrator hendaknya melakukan setiap usaha yang mungkin untuk memajukan suasana ramah, rukun, dan kooperatif dalam hubungan-hubungan langsung yang formal di kalangan personil. Supaya sistem komunikasi informal cenderung untuk memperkuat, dan bukan merintangi efisiensi organisasi. 



BAB III
PENUTUP
3.1       Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa sekolah dengan masyarakat memiliki komunikasi baik secara internal maupun secara eksternal. Manajemen sekolah yang baik adalah manajemen yang melibatkan berbagai pihak dalam pelaksanaanya terutama dengan masyarakat atau lingkkungan sekitarnya. Kerjasama dapat tercipta melalui berbagai cara agar hubungan dapat tercipta dengan baik.

3.2       Saran
Dalam pelaksanaan manajemen sekolah harus melibatkan masyarakat. Terutama dalam hal yang berkaitan dengan siswa itu sendiri. Oleh karena itu kerjasama antara sekolah dan masyarakat harus terjalin dengan baik agar saling ketergantungan diantara kedua belah pihak dapat terpenuhi dengan baik.


DAFTAR PUSTAKA

Ilham, Soraya. 2011. “Bentuk-bentuk Komunikasi”. https://sorayailham.wordpress.com/2011/11/21/bentuk-bentuk-komunikasi/. (Diakses tanggal 15 September 2016).
Nururrokhim. 2011. “Makalah Manajemen Sekolah”. https://nururrokhim.wordpress.com/2011/11/30/makalah-manajemen-sekolah/. (Diakses tanggal 15 September 2016).
Sutomo, dkk. 2009. Manajemen Sekolah. UNNES Pres.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Asimtot

Hidup perlu mengenal garis Garis horizontal maupun vertikal Hidup pun tergariskan Garis yang diciptakan sendiri Maupun garis yang digar...