KOMUNIKASI DALAM MANAJEMEN SEKOLAH
Makalah ini disusun
untuk memenuhi tugas mata kuliah
Manajemen Sekolah
Dosen
Pengampu:
Basuki
Sulistio
DISUSUN OLEH :
Eka
Meia Putri K N (7101415362)
Ika
Retnaningsih (7101415374)
Aldi
Presanggeni (7101415379)
Kunti
Nailal Khamidah (7101415384)
Fauzul
Muna (7101415385)
Abdul
Basit (5202415040)
UNIVERSITAS
NEGERI SEMARANG
SEMARANG
2016
KATA
PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan Rahmat, Inayah,
Taufik dan Hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini
dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat
dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca.
Harapan
kami semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para
pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini agar
kedepannya dapat lebih baik.
Makalah
ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang kami miliki sangat
kurang. Oleh kerena itu kami harapkan kepada para pembaca untuk memberikan
masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Semarang, 19 September 2016
Penyusun
DAFTAR
ISI
HALAMAN
SAMPUL................................................................................ i
KATA
PENGANTAR................................................................................ ii
DAFTAR
ISI ............................................................................................... iii
BAB
I PENDAHULUAN ...........................................................................
1.1 Latar Belakang ............................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .......................................................................... 1
1.3 Tujuan............................................................................................. 1
BAB
II PEMBAHASAN.............................................................................
2.1 Pengertian Komunikasi................................................................... 2
2.2 Macam-macam Komunikasi............................................................ 2
2.3 Unsur-unsur Komunikasi................................................................ 3
2.4 Prinsip-prinsip Komunikasi............................................................. 4
2.5
Arah Komunikasi............................................................................ 7
2.6 Bentuk-bentuk Komunikasi............................................................ 8
2.7 Komunikasi dalam Manajemen
Sekolah......................................... 10
2.7.1 Komunikasi Intern.................................................................. 10
2.7.2 Komunikasi Ekstern................................................................ 11
2.8 Pentingnya Komunikasi dalam
Manajemen Sekolah...................... 13
BAB
III PENUTUP.....................................................................................
3.1 Kesimpulan..................................................................................... 14
3.2 Saran............................................................................................... 14
DAFTAR
PUSTAKA.................................................................................. 15
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Manusia
sebagai makhluk sosial selalu berinteraksi dengan individu maupun kelompok lain
disekitarnya. Salah satu syarat interaksi adalah adanya komunikasi.
Dengan komunikasi maka antara satu individu dengan individu atau kelompok lain
akan mengetahui maksud yang hendak disampaikan, kemudian akan mendapatkan
reaksi. Dengan demikian maka tidak dapat dipungkiri bahwa peran komunikasi
menjadi sangat penting dalam kehidupan manusia. Hal ini terwujud misal pada
organisasi atau institusi yang terbentuk dalam masyarakat melalui komunikasi.
Dalam dunia pendidikan peran komunikasi menjadi sangat penting. Tanpa adanya
komunikasi maka sistem pendidikan dalam sebuah negara tidak akan berjalan
dengan baik sehingga akan merusak sistem yang lain. Komunikasi dalam manajemen
sekolah sangat diperlukan, baik komunikasi intern maupun ekstern. Kedua
komunikasi tersebut sangat berpengaruh terhadap kelancaran, kemudahan, dan
kenyamanan dalam melaksanakan tugas. Untuk itu
makalah ini akan membahas secara garis besar apa saja yang perlu dipelajari
dalam komunikasi manajemen di sekolah agar dapat diimplementasikan di kehidupan
sehari-hari khususnya di sekolah.
1.2
Rumusan
Masalah
1.
Apa
pengertian komunikasi, macam-macam, prinsip, unsur, arah, serta bentuk komunikasi?
2.
Apa saja
komunikasi yang ada dalam manajemen sekolah?
3.
Mengapa
komunikasi dalam sekolah sangat penting?
1.3
Tujuan
1. Mengetahui
pengertian komunikasi, macam-macam, prinsip, unsur, arah, serta bentuk
komunikasi.
2. Mengetahui
komunikasi yang ada dalam manajemen sekolah.
3. Mengetahui
alasan komunikasi dalam sekolah sangat penting.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Komunikasi
a.
Komunikasi
adalah kemampuan mengirimkan pesan dengan jelas, manusiawi, efisien dan
menerima pesan secara akurat. (D.B. Curtis, 1992)
b.
Komunikasi
merupakan suatu tindakan oleh satu orang atau lebih yang mengirim dan menerima
pesan yang terdistorsi oleh gangguan terjadi dalam satu konteks tertentu,
mempunyai pengaruh tertentu dan ada kesempatan untuk melakukan umpan balik.
(J.A Devito)
c.
Komunikasi
adalah proses menyampaikan informasi, ide, dan penjelasan dari orang kepada
orang lain atau dari kelompok kepada kelompok lain yang ditujukan untuk
mempengaruhi sikap dan perilaku kelompok dalam suatu organisasi. (Oteng
Sutisna, 1989)
d.
Komunikasi
diartikan sebagai usaha untuk menyampaikan maksud tertentu kepada orang lain
sehingga orang tersebut dapat memahami maksud yang disampaikan. (Fandy Tjiptono
& Anastasia Diana, 2001)
Dapat
disimpulkan bahwa komunikasi merupakan suatu proses penyampaian informasi dari
komunikator (yang menyampaikan informasi) kepada komunikan (orang yang menerima
informasi baik secara verbal maupun nonverbal dengan menggunakan media untuk
mencapai tujuan tertentu agar mencapai persepsi yang sama.
2.2
Macam-Macam Komunikasi
- Komunikasi menurut cara
penyampaiannya
1. Komunikasi lisan
; Secara langsung melalui dialog.
2. Komunikasi tertulis :
Misal melalui surat, gambar dan grafik.
- Komunikasi menurut
kelangsungannya
1. Komunikasi langsung
2. Komunikasi tidak
langsung
- Komunikasi menurut perilaku
1. Komunikasi formal :
Komunikasi yang terjadi dalam suatu organisasi atau institusi, yang tata
caranya telah diatur dalam stuktur organisasi tersebut.
2. Komunikasi informal : Komunikasi dalam
organisasi yang tidak ditentukan secara resmi oleh organisasi tersebut.
3. Komunikasi non-formal : Komunikasi yang
terjadi antara komunikasi yang bersifat formal dan informal, yaitu komunikasi
yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas pekerjaan organisasi dengan kegiatan
yang bersifat pribadi anggota organisasi atau perusahaan tersebut, misalnya
rapat tentang ulang tahun perusahaan.
- Komunikasi menurut maksud komunikasi
1. Berpidato
2. Memberi ceramah
3. Memberi prasaran
4. Wawancara
5. Member tugas atau
perintah
- Komunikasi menurut ruang lingkup
1. Komunikasi internal :
Komunikasi yang berlangsung dalam ruang lingkup atau lingkungan organisasi yang
terjadi diantara anggota organisasi tersebut saja.
2. Komunikasi eksternal :
Komunikasi yang berlangsung antara organisasi dengan pihak masyarakat yang ada
diluar organisasi atau perusahaan tersebut.
2.3 Unsur Komunikasi
·
Komunikator
Yang dimaksud komunikator yaitu orang yang menyampaikan informasi
atau pihak yang bertindak sebagai pengirim pesan dalam proses komunikasi.
Dengan kata lain komunikator adalah seorang atau sekelompok orang yang
berinisiatif untuk menjadi sumber dalam sebuah hubungan.komunikator tidak hanya
berperan sebagai pengirim pesan saja namun juga memberikan respon dan menjawab
pertanyaan yang disampaikan sebagai dampak dari proses komunikasi yang
berlangsung, baik secara langsung maupun tidak langsung. (Wikipedia)
·
Komunikan
Yang dimaksud komunikan yaitu orang yang menerima informasi.
Komunikan bisa terdiri dari satu orang atau lebih bisa juga dalam bentuk
kelompok. Dalam proses komunikasi, komunikasi adalah elemen penting karena dialah
yang menjadi sasaran komunikasi dan bertanggung jawab untuk dapat mengerti
pesan yang disampaikan dengan baik.
·
Pesan
Yang dimaksud pesan adalah keseluruhan apa yang disampaikan oleh
komunikator. Pesan dapat beruba kata-kata, tulisan, gambaran atau perantara
lain. Pesan ini memiliki inti yakni mengarah pada usaha untuk mengubah sikap
dan tingkah laku komunikan. Inti pesan akan selalu mengarah tujuan akhir
komunikasi itu.
·
Media
Yang dimaksud media adalah sebagai saluran penghubung antara orang
komunikator dengan komunikan. Pemilihan sarana atau media dalam proses
komunikasi tergantung pada sifat berita yang akan disampaikan.
·
Feedback
Yang
dimaksud feedback adalah umpan balik yang diharapkan komunikator agar komunikan
memperoleh suatu persepsi yang sama atau dapat dimaknai sebagai jawaban
komunikan atas pesan yang disampaikan oleh komunikator kepadanya. Pada
komunikasi yang dinamis komunikator dan komunikan terus menerus bertukar peran,
- Dampak/Effect
Yang
dimaksud dampak/effect adalah perbedaan yang dialami oleh komunikan sebelum dan
sesudah menerima pesan. Bila sikap dan tingkah laku komunikan berubah sesuai
dengan isi pesan maka komunikasi telah berjalan dengan baik. Dampak/effect
sesungguhnya dapat dilihat dari personal opinion,public opinion maupun majority
opinion. Namun semuanya mengarah kepada perubahan yang terjadi kepada komunikan
setelah menerima pesan.
2.4 Prinsip Komunikasi
Prinsip
dasar komunikasi menurut Seiler (1988) dalam Arni Muhammad (2002) antara lain :
ü Komunikasi
adalah suatu proses
Yang
dimaksud suatu proses adalah suatu kegiatan yang terus menerus, yang tidak
mempunyai permulaan atau akhir dan selalu berubah-ubah. Komunikasi juga
melibatkan suatu variasi saling berhubungan yang kompleks yang tidak pernah ada
duplikat dalam cara yang persis sama yaitu saling berhubungan di antara orang,
lingkungan, keterampilan, sikap, status, pengalaman, dan perasaan. Suatu
perubahan dapat terjadi karena adanya proses komunikasi. Contohnya adalah
seorang pengawas sedang memperhatikan karyawannya di suatu pekerjaan. Tiba-tiba
pengawas tersebut mengucapkan kata salah, maka karyawan yang sedang tersebut
menghentikan pekerjaannyadan mungkin bertanya dimanaletak kesalahannya. Atau
kalau karyawan tersebut tahu dimana letak kesalahannya dia dapat langsung memperbaiki
pekerjaanya pada saat diawasi pengawas tersebut.
ü Komunikasi
adalah suatu sistem
Seperti kita ketahui diatas bahwa komunkasi
terdiri dari beberapa unsur-unsur dan unsur-unsur tersebut mempunyai tugas
masing-masing. Tugas dari unsur-unsur itu berhubungan satu sama lain untuk
menghasilkan suatu komunikasi. Misalnnya pengirim mempunyai peranan untuk
menentukan apa informasi atau apa arti yang dikomunikasikan. Setelah tahu apa
arti komunikasi atau informasi yang akan dikirimkan, informasi tersebut perlu diubah
ke dalam kode atau sandi-sandi tertentu sesuai dengan aturannya sehingga berupa
suatu pesan. Jadi komponen pesan ada kaitannya dengan komponen pengirim. Bila
pengririm tidak benar menyandikan arti yang akan dikirim maka terjadilah pesan
itu kurang tepat. Kurang tepatnya pesan yang dikirim akan mempengaruhi komponen
penerima dalam menginterperstasikannya. Kaitan komponen pesan dengan saluran
misalnya bila pesan disampaikan dengan lisan maka gelombang suara adalah
saluran dan ini juga berkaitan dengan si penerima dalam mengikuti pesan yang
harus menggunakan pendengarannya dalam menerima pesan tersebut. Begitulah,
antara satu komponen yang lain saling berkaitan dan bila terdapat gangguan pada
suatu komponen akan berpengaruh pada proses komunikasi secara keseluruhan.
ü Komunikasi
bersifat interaksi dan transaksi
Yang dimaksud dengan
istilah interaksi adalah saling bertukar komunikasi. Misalnya seseorang
berbicara kepada temannya mengenai sesuatu, kemudian temannya yang mendengar
memberikan reaksi atau komentar terhadap apa yang sedang dibicarakan itu.
Begitu selanjutnya berlangsung secara teratur ibarat orang yang
bermain melempar bola. Seorang yang melemparkan yang lainnya menangkap kemudian
yang menangkap melemparkan kembali kepada si pelempar pertama.
Dalam kehidupan
sehari-hari komunikasi yang kita lakukan tidak teratur itu prosesnya. Banyak
dalam percakapan tatap muka terlibat dalam proses
pengiriman pesan secara simultan tidak terpisah seperti contoh
diatas. Dalam keadaan demikian komunikasi tersebut bersifat transaksi. Sambil
menyandikan pesan kita juga menginterpretasikan pesan yang kita terima.
Misalnya dalam situasi pengajaran di kelas antara guru dengan murid seringkali
memperlihatkan komunikasi transaksi ini. Sambil guru menyampaikan informasi
kepada murid atau sedang menjelaskan pengajaran muridpun menyampaikan pesan
kepada guru dalam bermacam-macam bentuk. Jadi, komunikasi yang terjadi antara
manusia dapat berupa interaksi dan transaksi.
ü Komunikasi
dapat terjadi disengaja maupun tidak disengaja
Komunikasi yang
disengaja terjadi apabila pesan yang mempunyai maksud tertentu dikirimkan
kepada penerima yang dimaksudkan. Misalnya seorang pemimpin bermaksud
mengadakan rapat dengan kepala-kepala bagiannya. Apabila pimpinan tersebut
mengirimkan pesan yang berisi undangan rapat kepada kepala-kepala bagiannya,
maka itu dinamakan komunikasi disengaja. Tetapi apabila pesan yang
tidak sengaja atau tidak dimaksudkan untuk orang tertentu untuk menerimanya
maka itu dinamakan komunikasi tidak disengaja. Misalnya seseorang
memakai warna pakaian yang agak terang yang tidak mempunyai maksud untuk mengirim
pesan tertentu, kadang-kadang diterima secara tidak sengaja sebagai pesan oleh
orang lain, karena tanpa disadari orang lain melihat warna pakaian yang
dipakainya.
Komunikasi yang ideal
terjadi apabila seseorang bermaksud mengirim pesan tertentu terhadap oang lain
yang ia inginkan untuk menerimanya. Tetap itu merupakan jaminan bahwa pesan akan
efektif, karena tergantung kepada faktor lain yang juga ikut berpengaruh kepada
proses komunikasi. Kadang-kadang ada juga pesan yang sengaja dikirimkan kepada
orang-orang yang dimaksudkan tetapi sengaja tidak diterima oleh orang itu.
Misalnya orang tua yang berbicara kepada anaknya tetapi anaknya tidak mau
mendengarnya.
Ada juga situasi
komunikasi yang tidak disengaja tetapi diterima oleh orang lain dengan sengaja.
Misalnya dalam suatu kelas yang hening tiba-tiba seorang murid berdiri maju
kedepan mengambil kapur untuk menghisap tinta penanya. Gerakan murid dengan
tidak sengaja sebagai pesan itu diterima murid-murid lainnya sebagai pesan
karena tiba-tiba temannya yang lain memperhatikan geraknya yang menimbulkan
bermacam-macam interprestasi bagi mereka. Dari bermacam-macam contoh diatas
jelaslah, bahwa komunikasi itu dapat terjadi disengaja maupun tidak dengan
disengaja.
2.5 Arah
Komunikasi
Agar
komunikasi menjadi efektif maka komunikasi harus dilakukan dengan proses tiga
arah, yaitu :
ü Komunikasi ke bawah
Komunikasi
kebawah biasanya mengenai soal-soal kebijaksanaan, prosedur, instruksi atau
keterangan yang bersifat umum. Komunikasi tersebut dapat melalui tatap muka,
telepon, surat edaran, papan pengumuman, maupun alat lain. Praktek yang baik
yaitu apabila administrator menyampaikan informasi dan instruksi itu hanya
kepada orang-orang yang berada langsung dibawahnya, dan mengizinkan mereka
untuk meneruskan informasi dan instruksi itu kepada orang-orang yang langsung
dibawah mereka. (Oteng Sutisna, 1989)
ü Komunikasi ke atas
Dalam
sistem sekolah komunikasi ke atas berjalan dari guru ke kepala sekolah ke
kepala kantor pendidikan ke menteri pendidikan. Komunikasi ke atas membantu
administrator untuk mengetahui apakah pikiran-pikiran yang disalurkan ke bawah
dapat diterima, menggalakkan para anggota untuk menyumbangkan ide-ide berharga,
dan memungkinkan administrator untuk menghindarkan administrator dari situasi
sulit yang mungkin timbul. Selain itu komunikasi ke atas memungkinkan para anggota
untuk dapat lebih menyesuaikan diri dengan tujuan sekolah dan
program-programnya. (Oteng Sutisna, 1989)
ü Komunikasi ke samping atau mendatar
Komunikasi
mendatar adalah bentuk lain dari komunikasi organisasional. Komunikasi mendatar
penting karena memungkinkan penyebaran keterangan dan pikiran di kalangan para
anggota staf sendiri dan membantu menjalin mereka menjadi kelompok profesional
dan sosial yang terpadu. (Oteng Sutisna, 1989). Komunikasi ini memungkinkan
guru-guru untuk dapat berkomunikasi dengan sesama guru, kepala sekolah dengan
kepala sekolah lain, pengawas dengan pengawas lain.
2.6 Bentuk Komunikasi
Ada beberapa bentuk
komunikasi diantaranya:
- Komunikasi Intrapersonal
Komunikasi intrapersonal
sering disebut juga komunikasi intrapribadi, secara harfiah dapat diartikan
sebagai komunikasi dengan diri sendiri. Komunikasi yang terjadi dalam diri
individu ini juga berfungsi sebagai :
a. Untuk mengembangkan kreatifitas imajinasi,
memahami dan mengendalikan diri serta meningkatkan kematangan berfikir sebelum
mengambil suatu keputusan.
b. Komunikasi ini akan menjadikan seseorang agar
tetap sadar akan kejadian disekitarnya.
2. Komunikasi Interpersonal
Komikasi Interpersonal
ialan komunikasi antara dua orang dan terjadi kontak langsung dalam percakapan.
Komunikasi ini juga dapat berlangsung dengan berhadapan muka atau melalui media
komunikasi antara lain dengan melalui pesawat telepon, atau radio. Komunikasi
ini bisa disebut efektif apabila komunikasi dapat menghasilkan perubahan sikap
pada orang yang terlibat dalam komunikasi tersebut. Dibawah ini Efektivitas
antar pribadi dapat dibagi menjadi dua macam yaitu:
- Efektifitas
Perspektif Humaris, ciri-ciri efektivitas ini ialah :
a. Keterbukaan
(openness)
b. Empati (empathy)
c. Dukungan
(supportiveness)
d. Rasa positif
(positiveness)
e. Kesetaraan (equality)
- Efektifitas
Perspektif Pragmatis, ciri-cirinya ialah:
a. Bersikap yakin
b. Kebersamaan
c. Manajemen interaksi
d. Orientasi pada orang
lain.
3. Komunikasi kelompok
Menurut (Michael
Burgoon, 1978) komunikasi kelompok ialah interaksi tatap muka antara tiga orang
atau lebih dengan tujuan berbagi informasi, pemecahan maasalah yang mana
anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota lain secara tepat.
Sedangkan menurut
(Goldberg, 1975) komunikasi kelompok ialah suatu bidang studi, penelitian dan
penerapan yang menitikberatkan tidak hanya pada proses kelompok secara umum,
tetapi juga pada perilaku komunikasi individu untuk memiliki susunan rencana
tertentu untuk mencapai tujuan kelompok.
Media komunikasi
kelompok ini ialah seperti Seminar dengan tujuan membicarakan suatu masalah
dengan menampilkan pembicara kemudian meminta pendapat.
4. Komunikasi Massa
Komunikasi Massa ialah
suatu proses dimana suatu organisasi memproduksi dan menyebarkan pesan kepada
publik secara luas, atau suatu proses komunikasi dimana pesan dari media dicari
digunakan dan dikonsumsi oleh audiens. Oleh karena itu, komunikasi massa
mempunyai karekteristik utama yaitu MEDIA MASSA sebagai alat penyebaran
pesannya.
Fungsi komunikasi Massa
itu sendiri ialah:
- Sebagai Informasi : kegiatan untuk mengumpulkan,
menyimpan data, fakta dan pesan, opini dan komentar sehingga orang bisa
mengetahui keadaan yang terjadi diluar dirinya.
Contoh : Pemberian informasi tentang penggunaan garam iodium dalam
makanan yang merupakan salah satu upaya pencegahan gondok endemic.
- Sebagai Sosialisasi: menyediakan dan mengajarkan
ilmu pengetahuan bagaimana orang bersikap sesuai nilai-nilai yang ada
serta bertindak sebagai anggota masyarakat secara efektif .
- Motivasi
- Bahan diskusi
- Pendidikan
- Kemajuan
budaya
- Hiburan
- Integrasi
2.7 Komunikasi dalam Manajemen Sekolah
2.7.1 Komunikasi Intern
- Pengertian
Komunikasi
intern adalah komunikasi yang terjalin antara komponen sekolah yang terdiri
dari kepala sekolah, guru, staf tata usaha, dan siswa.
- Tujuan
Tujuan
dari komunikasi intern adalah agar setiap personil sekolah dapat bekerja dengan
tenang dan menyenangkan serta terdorong untuk berprestasi dengan baik dan
mengerjakan tugas dengan penuh kesadaran.
- Manfaat
Manfaat
yang dapat dirasakan dari komunikasi intern adalah akan memberikan kemudahan
dan keringanan dalam melaksanakan serta memecahkan persoalan sekolah. Sehingga
semua personil sekolah dapat menyamakan langkah untuk mencapai tujuan secara
efektif dan efisien.
- Prinsip-prisip
Dalam
komunikasi intern hendaknya dapat diikat dengan ikatan profesional yakni “tata
krama” dan sesuai dengan kode etik. Kepala sekolah hendaknya menggunakan
prinsip demokrasi dan harus menganggap guru sebagai partner dalam kelompok.
Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan kepala sekolah antara lain :
- Bersikap
terbuka, tidak memaksakan kehendak tapi bertindak sebagai
fasilitator yang mendorong suasana demokratis dan
kekeluargaan.
- Mendorong
guru untuk mau dan mampu mengemukakan pendapatnya dalam memecahkan suatu
masalah dan mendorong supaya guru mau melaksanakan aktivitas dan
berkreativitas.
- Mengembangkan
kebiasaan untuk berdiskusi secara terbuka dan mendengarkan pendapat orang
lain.
- Mendorong
para guru dan pegawai untuk mengambil keputusan yang terbaik dan menaati
keputusan itu.
- Berlaku
sebagai pengarah, pengatur pembicaraan, perantara, dan pengambil
kesimpulan secara redaksional.
2.7.2 Komunikasi Ekstern
a. Pengertian
Komunikasi
ekstern merupakan komunikasi sekolah dengan masyarakat dan orang tua siswa baik
secara individual maupun lembaga. Menurut Mulyasa (2002) komunikasi ekstern
merupakan bentuk hubungan sekolah dengan lingkungan eksternal di sekitarnya,
untuk mendapatkan masukan dari lingkungannya berkaitan dengan kegiatan-kegiatan
yang dilakukan di sekolah.
b. Hubungan sekolah dengan orang tua siswa
Hubungan
sekolah dengan orang tua siswa dapat dijalin melalui berbagai cara yaitu adanya
kesamaan tanggung jawab dan adanya kesamaan tujuan.
- Tujuan hubungan
sekolah dengan orang tua siswa
v Saling membantu dan saling isi mengisi, dengan memahami kekurangan
dan kelemahan anak, guru, dan orang tua siswa dapat bersama-sama membinanya.
v Bantuan uang dan barang, baik secara perorangan maupun melalui
lembaga yang disebut BP3 (Badan Pembantu Penyelenggara Pendidikan).
v Untuk mencegah perbuatan yang kurang baik.
v Bersama-sama membuat rencana yang baik untuk sang anak, misalnya
mengembangkan bakat olahraga, musik, seni tari, seni lukis dan sebagainya.
- Cara menjalin
hubungan sekolah dengan orang tua
v Melalui dewan sekolah (Komite Sekolah)
Dewan
sekolah adalah suatu lembaga yang perlu dibentuk dalam rangka pelaksanaan MBS
(Manajemen Berbasis Sekolah). Anggota dewan sekolah terdiri dari kepala
sekolah, guru, beberapa tokoh masyarakat serta orang tua siswa yang memiliki
potensi dan perhatian terhadap pendidikan. Pada hakikatnya dewan sekolah ini
dibentuk untuk membantu menyukseskan kelancaran proses belajar mengajar di
sekolah, baik menyangkut perencanaan, pelaksanaan, maupun penilaian.
Dibentuknya dewan sekolah terutama dalam kaitannya dengan masalah relevansi pendidikan
yang akan diwujudkan melalui MBS agar apa yang dilaksanakan sekolah sejalan dan
selaras dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat.
v Melalui BP3
BP3
adalah organisasi orang tua siswa yang bertugas dan berfungsi untuk memberikan
bantuan penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Bantuan ini terutama dalam
kaitannya dengan masalah sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar.
v Melalui pertemuan penyerahan buku laporan pendidikan.
v Melalui ceramah ilmiah, yang membahas masalah yang berkaitan
dengan peningkatan prestasi siswa.
- Hubungan
sekolah dengan masyarakat
Sekolah
merupakan lembaga sosial yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat
lingkungannya, sebaliknya masyarakatpun tidak dapat dipisahkan dengan sekolah.
Sekolah merupakan lembaga formal yang diserahi tugas untuk mendidik, melatih
serta membimbing generasi muda bagi peranannya di masa depan, sementara
masyarakat merupakan pengguna jasa pendidikan.
- Tujuan Hubungan
antara sekolah dengan masyarakat
v Berdasarkan kepentingan sekolah
-
Memelihara
kelangsungan hidup sekolah.
-
meningkatkan
mutu pendidikan sekolah.
-
memperlancar
kegiatan belajar mengajar.
-
memperoleh
bantuan dan dukungan masyarakat.
v Berdasarkan kepentingan masyarakat
-
Memajukan
dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
-
memperoleh
masukan dari sekolah dalam memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat.
-
menjamin
relevansi program sekolah dengan kebutuhan dan perkembangan masyarakat.
- Bidang kerjasama
sekolah dengan masyarakat
Hubungan
sekolah dengan masyarakat antara lain lewat bidang pendidikan, kesenian, olah
raga dan keterampilan serta pendidikan bagi anak berkelainan.
2.8 Pentingnya
Komunikasi dalam Manajemen sekolah
Komunikasi
memegang peranan penting dalam menunjang kelancaran aktivitas. Tanpa komunikasi
maka maksud bersama tidak dapat dipahami dan diterima oleh semua anggota
organisasi. Selain itu tanpa komunikasi maka tidak terjadi koordinasi yang
menyebabkan tercapainya tujuan organisasi. Komunikasi merupakan hal yang sangat
pokok bagi eksistensi suatu organisasi.
Komunikasi
sangat penting dalam menangani semua masalah yang muncul dalam setiap
organisasi. Komunikasi sangat penting bagi pembuatan putusan. Agar bisa membuat
putusan yang rasional diperlukan tersedianya semua keterangan tentang
alternatif-alternatif serta konsekuensi-konsekuensinya. Keterngan serupa hanya
dapat dibuat melalui komunikasi. Demikian juga kekuatan merancang,
mengorganisasi, dan menilai selalu bergantung kepada kualitas komunikasi.
Menurut
Oteng Sutisna (1989) cara untuk mengembangkan proses komunikasi yang baik
adalah administrator perlu memahami orang dan kelompok yang membentuk sebuah
organisasi. Tidak ada komunikasi yang efektif kecuali sistem sekolah
menggalakkan para anggota organisasi untuk bebas menyatakan perasaan dan
pikiran mereka.
Komunikasi
dalam sebuah organisasi dibedakan menjadi dua yaitu komunikasi formal dan
komunikasi informal. Komunikasi formal adalah komunikasi yang terjalin secara
formal antara personil organisasi, sedangkan komunikasi informal yaitu
komunikasi yang terjalin karena unsur keterdekatan antara personil organisasi
yang biasanya berbentuk pertemanan atau persahabatan. Kedua sistem komunikasi
tersebut sangat berpengaruh dalam efektivitas organisasi. Oleh kerena itu kedua
sistem komunikasi tersebut harus berjalan dengan baik. Menurut Oteng Sutisna
(1989) sistem komunikasi formal hendaknya dirancang dengan pemahaman penuh
tentang maksud dan kondisi yang menandai sistem pendidikan, dan hendaknya
menggunakan prosedur yang sesuai dengan maksud dan kondisi tersebut. Sedangkan
untuk meningkatkan kualitas komunikasi informal, administrator hendaknya
melakukan setiap usaha yang mungkin untuk memajukan suasana ramah, rukun, dan
kooperatif dalam hubungan-hubungan langsung yang formal di kalangan personil. Supaya
sistem komunikasi informal cenderung untuk memperkuat, dan bukan merintangi
efisiensi organisasi.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan
di atas dapat disimpulkan bahwa sekolah dengan masyarakat memiliki komunikasi
baik secara internal maupun secara eksternal. Manajemen sekolah yang baik
adalah manajemen yang melibatkan berbagai pihak dalam pelaksanaanya terutama
dengan masyarakat atau lingkkungan sekitarnya. Kerjasama dapat tercipta melalui
berbagai cara agar hubungan dapat tercipta dengan baik.
3.2 Saran
Dalam pelaksanaan manajemen
sekolah harus melibatkan masyarakat. Terutama dalam hal yang berkaitan dengan
siswa itu sendiri. Oleh karena itu kerjasama antara sekolah dan masyarakat
harus terjalin dengan baik agar saling ketergantungan diantara kedua belah pihak
dapat terpenuhi dengan baik.
DAFTAR
PUSTAKA
Ilham, Soraya. 2011. “Bentuk-bentuk
Komunikasi”. https://sorayailham.wordpress.com/2011/11/21/bentuk-bentuk-komunikasi/. (Diakses tanggal 15 September 2016).
Nururrokhim. 2011. “Makalah
Manajemen Sekolah”. https://nururrokhim.wordpress.com/2011/11/30/makalah-manajemen-sekolah/. (Diakses
tanggal 15 September 2016).
Sutomo,
dkk. 2009. Manajemen Sekolah. UNNES Pres.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar